Pengaruh lingkungan dalam kepribadian


Tidak seorang pun dapat hidup dalam kesendirian. Semua kita hidup dalam lingkungan yang terdiri dari: semua benda fisik yang mengelilingi kita, keadaan social dan ekonomi, struktur politik, iklim, alat-alat dan jalur komunikasi, kebudayaan dan sesama manusia lainnya. Semua faktor ini mempengaruhi hidup dan perkembangan kita. Lingkungan membina kita, menerima dan menolak kita. Kebanyakan di antara kita menghabiskan sebagian besar waktu yang ada dalam lingkungan dan dengan orang-orang yang kita kenal dan, dalam artian inilah biasanya kita memakai kata “lingkungan” di sini.
Masing-masing gaya kepribadian memandang lingkungan yang sama itu secara berbeda, berdasarkan faktor yang esensial dari dirinya sendiri. Kepribadian yang sabar, sekali lagi, melihat lingkunga nsebagai tuntutan; kepribadian yang ulet memandang sebagai kemungkinan ancaman. Lingkungan itu selalau berada di tempat untuk diperhitungkan. Setiap gaya kepribadian menghubungkan diri dan berkelakuan di atas dasar bagaimana dia merasakan mengenai dirinya sendiri.
Orang yang sehat dapat dikatakan memepunyai kekuatan. Yang dimaksudkan dengan “kekuatan” di sini adalah kemampuan orang secara pribadi dan secara realistis memperkirakan sumber-sumber daya dirinya dan kemampuannya, kesempatan-kesempatan dalam hidupnya yang ada baginya, dan kemudian memberikan tanggapan yang pasti terrhadap situasi apa pun yang menghadapinya. Sebagian dari proses ini, tentu saja, meliputi kesadaran tentang kemampuan dan potensi orang lain dalam lingkungan sekitarnya dan secara realistis membuat penilaian mengenai semuanya itu. 

Komentar