Jangan Remehkan Pendidikan Dasar



Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun permasalahan yang sering timbul di pendidikan dasar adalah kinerja para pendidik di Institut pendidikan yang paling mendasar, bukan ingin mengkritisi tapi hanya ingin menguraikan selama ini apa yang saya ketehui mengenai pendidikan dasar di Indonesia.
Pendidikan dasar yang kita kenal sejak jaman dahulu merupakan sarana bagi anak untuk mulai mengenal dan mempelajari apa itu ilmu pengetahuan. Di sana bayak sekali pengetahuan baru, lingkungan baru, teman baru, pendidikan di Indonesia ketika sebelum ada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan dasar yang berlaku di Indonesia berlangsung selama 9 tahun yaitu Sekolah dasar (SD) dan SMP/MTs (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah). Dan sebelum itu pendidikan dasar hanya berlangsung selama 6 tahun yaitu ketika siswa mulai masuk ke bangku sekolah dasar (SD).
Ketika masuk sekolah dasar ini merupakan masa yang paling menyenangkan bagi sebagian siswa, karena mereka akan mendapatkan pengelaman baru dan ilmu baru yang kebanyakan mereka tidak akan mereka peroleh di rumah. Pendidikan di SD meliputi pendidikan dasar yaitu mengenai pengenalan baca dan tulis serta ilmu pengetahuan yang umum dan belum terlalu rumit untuk dipelajari oleh siswa yang masih dini.
Paradikma yang sering muncul di lapangan adalah para pengajar di Sekolah Dasar cenderung tidak mau menambah ilmu pengetahuan mereka tentang pengajaran, mereka cenderung memakai cara lama yang hampir pakai sejak mereka mulai mengejar di Sekolah Dasar. Padahal dunia pendidikan saat ini sudah jauh lebih berkembang, anak Sekolah Dasar kelas 1 sudah tidak lagi diajarkan tentang “bapak dan ibu budi.”
Para pengajar di Sekolah Dasar kebanyakan kolot dan tidak mau meng-update bagaimana cara mereka mengejar, ini bisa dibuktikan ketika para guru SD kebanyakan tidka bisa untuk menguasai komputer yang berguna untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih baik dan menyenangkan. Ini disebabkan para pengajar atau guru di sekolah dasar menilai mereka hanya mengejar anak “kecil” yang belum sepantasnya atau belum perlu memerlukan pengetahuan yang lebih luas lagi.
Sebaliknya periode SD adalah Periode Emas dalam pendidikan, karena di sanalah mereka mulai mengenal pendidikan, jika tidak diberikan pola pendidikan yang baik dan menyenangkan sudah pasti para siswa akan tidak menguasai pengajaran dengan baik dan nanti akan berimbas di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai contoh ketika anak mulai belajar matematika atau bahasa inggris di sekolah dasar jika para pengajar tidak memberikan rangsangan yang baik dan tidak bisa menarik perhatian para siswa ini akan menyebabkan “trauma” bagi peserta didik untuk mempelajari matematika dan bahasa inggris di kemudian hari.

Komentar