Apakah sudah benar mencintai orang yang selalu terlihat sempurna?
kau begitu sempurna
di mataku kau begitu
indah
kau membuat diriku
akan selalu memujamu
Itulah sepenggal lirik lagu grup band andra the backbone
yang terkenal dan mengena sekali di hati, sampai-sampai kadang menjadi jurus
pamungkas untuk merayu seseorang wanita atau pria jika kita sedang jatuh cinta,
tapi pertanyaannya apakah sesempurna itu pasangan kita? Dan apakah pasangan
yang sempurna itu akan menjadikan kita bahagia selamanya?
Semua orang pasti menginginkan sesosok orang yang paling
indah dalam hatinya, yang menemani sejak awal sampai akhir, mungkin beberapa
orang mempunyai kriteria yang luar biasa hingga kadang kita sendiri merasa
mustahil orang tersebut untuk mendapatkan pasangan yang seperti itu, misal ada
seorang wanita yang menginginkan sosok pria yang kaya, punya perusahaan
sendiri, mobil mewah, punya apartemen, punya lebih dari 1 rumah, dll. Memang begitu
indah sekali jika nanti sang perempuan menemukan sosok pria yang “ideal” bagi
dia.
Begitu juga sang pria, yang menginginkan sosok wanita yang
lemah lembut, cantik, taat beribahah, setia, pengertian, jago masak dan
perhatian, mampu memberikan senyum di saat jenuh dengan rutinitas kerja.
Well… wajar tidak sih???
Ya wajar, karena kita semua menginkan seorang yang tepat dan
nanti tidak aka nada penyesalan di kemudian hari.
Terus dimana masalahnya?
Permasalahannya adalah jika ada seseorang dengan percaya
diri benar-benar mengingkan sosok yang sempurna justru dia adalah sosok yang
sangat rapuh dan tidak baik!!! Karena dalam pikirannya adalah mengejar sesuatu yang
terkesan khayal dan tidak akan mau menerima bahwa memang tidak ada manusia yang
sempurna.
Atau suatu ketika Anda berkenalan dengan seseorang yang
dengan lantang mengatakan bahwa dia adalah sosok yang sempurna untuk Anda, Anda
harus meninggalkannya, karena dibalik semua itu ada kelemahan akhlaq dalam diri
orang tersebut, kelemahannya adalah tidak pernah bersyukur dan merendahkan
diri, sebenarnya orang yang sempurna itu akan selalu menuntutmu untuk menjadi
sempurna di mata dia karena itu pribadi yang perfection justru adalah pribadi
yang rapuh.
Terimalah kenyataan dan kendalikan “nafsu” Anda, jangan
pernah terjebak dalam dunia fana yang hanya memberikan keindahan dalam
khayalan, dan justru makin menjauhkan dalam diri Anda kenyataan hidup, bukankah
kita diciptakan dengan perbedaan dan kekurangan untuk melengkapi satu salam
lain, bukan untuk menuntuk kekurangan dari orang lain.
Sekarang pilihan ada di tanggan Anda.
Komentar
Posting Komentar