10 Kalimat yang Wajib Diwaspadai



1.    Saya tidak mungkin melakukanya
Hmmm… saya tidak perlu mengkerdilkan diri dan kemampuan saya untuk berkata seperti itu, saya percaya, sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada kekuatan yang luar biasa yang telah diturunkan langsung dari Atas.
2.    Saya tidak punya bakat
Bakat? Talenta? Ya memang diakui oleh banyak orang, “pintar memang bisa dipelajari, tetapi “bintang” adalah dilahirkan”. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta yang luar biasa. Tetapi hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempuunyai talenta apapun kan?
Sikap, perilaku dan perkataan justru lebih menetukan bagaimana seseorang bisa dihargai dan diterima oleh lingkunganya. (I Know it is ridiculous, but that’s the fact…) bakat “ada” karena apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan… ini proses selama bertahun-tahun.
3.    Saya Cuma lulusan SD
Kata SD pada kalimat di atas boleh jadi sebagai pengganti “SMP”, Kejar paket A, atau sejenisnya… yang jelas, pendidikan bukan pentu utama keberhasilan seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang berhasil dari pada yang berpendidikan rendah. Tapi bukan berarti lulusan SD tidak bisa berhasil.
4.    Lingkungan saya tidak mendukung
Banyak ilmuan yang dahulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot.
Albert Einstein malah dinobatkan menjadi Doktor dan Guru Besar.
Bung karno, juga bukan sarjana politik, beliau adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota.
Tom Cruise, dia seorang disleksia yang sudah mendekan antara huruf “b” dan “d”.
Keadaan bisa membuat berhasil tapi bisa juga menbuat gagal, semua tergantung bagaimana kita melihat dan menghadapinya.
5.    Masa lalu saya hancur
Masa lalu hanya  dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa berubah. Kenapa harus ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jadi sutradara untuk “film baru” yang ceritanya bisa kita buat sesuka hati, dan ingat masa lalu adalah spion, jika kita ingin maju maka kita harus melihat ke depan, bukan ke spion.
6.    Saya tidak punya kesempatan
Watu kita di dunia ini sama, yaitu 1x 24 jam setiap harinya.
Kenapa hasilnya bisa lain? Setiap orang mengunakan waktunya berbeda-beda…
Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan, jika melihat orang tertimpa bencana, berarti saya diberi kesempatan untuk menolong…
Jika saya berada di sekolah, berarti saya masih diberi kesempatan untuk merubah masa depan saya…
SEKALI LAGI!!! Kesempatan adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak beres menjadi beres…
7.    Saya kurang beruntung
Keberuntungan memang datang begitu saja pada setiap orang. Keberuntungan adalah anugrah…. Anugrah bisa didapat dengan berdoa kepada yang memberi anugrah.
8.    Saya takut sakit hati lagi
Mencintai, memiliki dan kehilangan adalah paket kehidupan yang tidak bisa dipisahkan…. Jadi buat apa bersedih jika nanti kita sakit hati toh nanti ada masa dimana kita bisa membuat hati menjadi berbunga-bunga, karena semua itu adalah siklus.
 9.    Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan
Tida ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh. Tidak mungkin ada karyawan yang tidak pernah mengecewakan atasanya. Yang terpenting adalah APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERNYATA MENGECEWAKAN ORANG LAIN? TOLONG, MAAF, TERIMA KASIH.
10.   Saya takut salah
No body its perfect!!!! Orang yang takut salah dan takut gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan.

Komentar