Kebiasaan Menciptakan Pribadi


Kebiasaan menciptakan pribadi adalah motto terkenal Universitas Oxford. Spiritnya fokus pada kebiasaan, baik mental maupun fisik. Sebuah titik dimana manusia dapat melihat dan melakukan perubahan. Misalnya, soal makanan, minuman, internet, kebiasaan menghabiskan waktu atau melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Pribadi tercipta dari akumulasi kebiasaan sungguh benar adanya.
Semua manusia adalah pencipta kebiasaan. Dari sudut pandang behavioral, kebiasaan adalah hasil pembelajaran stimulus respon. Sementara dari sisi pandang psikologis kognitif, kebiasaan adalah hasil kegiatan rutin dan otomatis yang dilakukan individu. Kegiatan tersebut lebih banyak menggunakan pengalaman/dilakukan berulang-ulang ketimbang pengaktifan pemikiran.
Dalam keseharian, manusia beraktifitas yang membentuk kebiasaan, aday ang baik dan ada yang kurang baik. Sebagian besar kebiasaan tidak disadari. Mesalnya bernafas, menjadi begitu biasa mesti tidak terbentuk semalam, tetapi dilakukan berulang-ulang sepanjang waktu. Senyatanya, kebiasaan mempengaruhi pribadi untuk berkembang dan sukses.
Manusia perlu terus mengembangkan kebiasaan yang baik dan pada saat yang bersamaan melepaskan kebiasaan buruk. Begitu seterusnya secara berulang-ualng. Pikiran, perasaan, tindakan positif, optimis dan dilakukan terus menerus menjadi kebiasaan. Kebiasaan membantu manusia berkembang dan tumbuh. Sebaliknya kebiasaan buruk mendorong manusia dalam belenggu sakit dan menurunkan semangat.
Pengertian Kebiasaan
Kebiasaan adalah sebuah model perilaku yang sulit diubah, dilakukan berulang-ulang dan rutin. Ngebut, minum vitamin, mengendarai mobil, kebanyakan makan, menerima telfon ketika mendengarkan bunyi telfon bordering, banyak tidur,menggaruk-garuk kepala, itu semua dalah contoh kebiasaan.
Secara umum kebiasaan diklasifikasikan menjadi dua; kebiasaan baik dan buruk. Olahraga secara rutin, bangun pagi, merencanakan sebelum bertindak, menunjukan sikap hormat pada sesame, tolerasi, menyapa, itu adalah suatu contoh kebiasaan baik. Berfikir negative,minder, menyalahkan orang lain, bengun terlambat, suka pertentangan, kecanduan alkohol, mengobrol pada waktu kerja itu merupakan contoh kebiasaan buruk.

Mengapa Perlu Mengubah yang Buruk Menjadi Baik?
Pada umunnya manusia memiliki kebiasaan buruk, misalnya: makan banyak, bangun terlambat, tidak berhati-hati, tidak sabar, belanja yang tidak perlu. Kebiasaan semacam ini menyediakan banyak ruang kenyamanan dan kesenangan hingga mengarah pada sikap apatis. Kebiasaan buruk melemahkan, membuat sedih, bingung dan depresi. Juga dapat membuat hidup tak berarti dan memperpendek umur.
Kebiasaan baik memiliki kapasitas mengarahkan pada kesuksesan, menjadikan waktu lebih efektif, berusaha dan membaut segala sesuatu menjadi mudah. Melatih diri melakukan kebiasaan baik membuat sehat jasmani, rileks, tepat membuat keputusan, pembelajaran dan pencipta. Itu jasmaninya jika ingin sukses dan bahagia.
Orang yang efektif tidak hanya membuat kebiasaan baik dan meninggalkan yang buruk, tetapi juga mengantisipasi dan mencari penyebab buruk tersebut.
Ini dia sebabnya, kebiasaan membantu meningkatkan kepercayaan diri melakukan banyak hal dalam waktu singkat (efektif), membantu menemukan makna hidup, membuat nyaman bersama orang lain, dapat mengontrol hidup, membantu membuat keputusan tepat, meningkatkan kualitas hubungan dengan seksama.
Cara membuat kebiasan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk:
1.      Penyadaran diri sampai seseorang menjadi sungguh sadar dan mengubah tujuan.
2.      Jadikan kebiasaan buruk sebagai tantangan, bukan kenyamanan.
3.      Berikan penghargaan yang positif terhadap diri anda
Kesuksesan tergantung pada kekuatan dan kualitas kebiasaan baik seseorang. Manusia sejujurnya lebih kuat dari kebiasaan buruk dan sanggup mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Meskipun tidak selalu mudah, selalu ada kemungkinan hal itu terjadi

Komentar